Nyeri dada: kapan harus ke dokter?

Nyeri dada adalah salah satu keluhan yang paling sering membuat orang cemas — dan memang perlu diwaspadai. Sebagian besar nyeri dada tidak berbahaya, namun sebagian lainnya bisa menjadi tanda gangguan jantung yang membutuhkan penanganan segera. Memahami perbedaannya membantu Anda mengambil langkah yang tepat pada waktu yang tepat.
Kenali jenis nyeri dada
Nyeri dada dapat berasal dari jantung maupun dari organ lain seperti lambung, paru, atau otot dinding dada. Beberapa ciri yang membantu membedakan:
- Nyeri jantung (angina): terasa seperti ditekan atau diremas di tengah dada, muncul saat aktivitas, mereda saat istirahat, bisa menjalar ke lengan kiri, rahang, atau punggung.
- Nyeri lambung (GERD): terasa panas di ulu hati, memburuk setelah makan atau berbaring.
- Nyeri otot: terasa saat menekan area dada atau bergerak, terlokalisir.
Tanda bahaya yang butuh penanganan segera
Kenali tanda berikut — bila muncul, segera cari pertolongan medis di IGD terdekat:
- Nyeri hebat lebih dari 15–20 menit dan tidak mereda.
- Menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung.
- Disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pingsan.
Kapan sebaiknya membuat janji dengan dokter?
Bila nyeri dada berulang, muncul saat beraktivitas, atau Anda memiliki faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, atau riwayat keluarga penyakit jantung, sebaiknya periksakan diri ke dokter spesialis jantung. Pemeriksaan seperti EKG, treadmill test, atau ekokardiografi dapat membantu menilai kondisi jantung Anda secara akurat.
Deteksi dini adalah kunci. Semakin cepat dikenali, semakin banyak pilihan penanganan yang tersedia.
Khawatir dengan nyeri dada Anda?
Buat janji dengan dokter spesialis jantung Mayapada — slot real-time, termasuk hari ini. Untuk kondisi darurat, segera ke IGD.
Buat Janji dengan Dokter